CelotehOpiniSuara Netizen

Viral tapi Banal

Untuk Sahabat : yang hari lalu tertawa di balik aksi Damai Aliansi Mahasiswa

Beberapa saat yang lalu Indonesia baru saja melalui euforia pesta demokrasi. Pemilu yang menjadi kegiatan 5 tahunan Indonesia berkesempatan memilih pemimpinnya. Di berbagai kampus lain, terma pemilu diaktualisasikan di kampus untuk menjadi kawah Candradimuka pembelajaran politik sebelum di kontestasi nyata. Naas, mahasiswa IAIN Surakarta tidak semua fakultas merasakannya. Kebijakan pemilu sudah dirampas, Dengan alibi menghemat dana,bahkan menghindari konflik. padahal 20% APBN sudah mampu digolkan di kabinet Presiden Jokowi hanya untuk dana pendidikan. (kemenkeu.go.id) Jumlahnya berapa? banyak sekali hitung sendiri. Sayangnya lagi, banyak mahasiswa juga diam saja. Tunduk patuh, pada peraturan yang sebenarnya menyalahi peraturan atasnya. Entah siapa oknumnya.Baik Kembali kepada judul paling atas,

Dalam tulisan yang tersebar di WhatsApp dan dimuat pada goklik.co. di akhir tulisan tersebut tercantum nama seorang mahasiswa berinisial Ahmad yang berasal dari salah satu fakultas di kampus IAIN Surakarta. Ahmad mengkritisi kegiatan demonstrasi di Kantor KPU Solo. Entah karena tulisannya yang terlalu berbobot sehingga viral atau sebaliknya.Sebenarnya terlalu sayang ketika membahas tulisan tersebut, tapi supaya makin viral mari mari kita ulas satu demi satu.
Pasalnya didalam tulisan tersebut terdapat tuduhan yang salah kaprah dan cenderung hoax.
Dalam tulisan tersebut dikatakan penulis menyayangkan sebuah pemberitaan yang mengatasnamakan BEM IAIN SURAKARTA mengikuti aksi pada 20 Mei karena kebenarannya adalah hanya DEMA FEBI yang mengikuti aksi serta memfasilitasi mahasiswa IAIN yang ingin menyampaikan aspirasi. Namun beberapa pemberitaan wartawan mencantumkan nama BEM Institut karena aksi pada 20 Mei menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Soloraya.

Dalam aksi tersebut banyak wartawan dari berbagai media meliput pasca aksi , selang beberapa jam press rilis pun viral dengan berbagai gaya dan bumbu penulisan media mainstream yang mengambil dari berbagai sudut pandang. Ada yang menekankan aksi di dekat kediaman Presiden Jokowi, aksi membuat macet, sempat ricuh dan lain-lain. Padahal jika penulis menyaksikan langsung atau setidaknya mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi tidak sehiperbola pemberitaan media.

Peserta aksi berkumpul di titik lampu merah di daerah Banjarsari. Hal ini wajar dilakukan dalam sebuah aksi agar masyarakat sekitar tahu tengah mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi. Tidak lebih dari lima menit di titik lampu merah, setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, masa aksi melakukan long march menuju kantor KPUD Surakarta sekitar 500 meter dari lampu merah.
Aksi dilakukan langsung ke sasaran di kantor KPUD Solo yang lokasinya dekat rumah Presiden Jokowi. Kalau kantor KPUD nya di dekat kampus IAIN mungkin lokasi aksi juga akan berada disitu. Jadi apa yang dipermasalahkan? .
Masa aksi pun memberikan jalan untuk para pengguna jalan lainnya. Aksi berjalan damai. Mahasiwa datang membawa semangat dan aspirasi rakyat. Melakukan orasi, pembacaan puisi, teatrikal sebagai bentuk solidaritas kepada pahlawan demokrasi yang meninggal pasca menjadi KPPS kemudian diakhiri dengan doa bersama.

Penulis juga menghubungkan gagalnya IAIN Surakarta mendapat akreditasi sempurna dari BAN PT dengan aksi yang katanya BARBAR . Sebagai contoh BEM UNS aksi di jalanan ataupun Presiden BEM UI yang memberi kartu kuning Jokowi. Nyatanya Kampus Mereka Tetap menjadi Salah satu yang terbaik. Menghubungkan GAGAL nya kampus untuk medapat nilai akreditasi sempurna dengan mahasiswa yang melakukan aksi,
Penulis Ahmad tidak bisa serta merta menyimpulkan demikian, barangkali sahabat perlu lebih refleksi tentang indikator-indikator penilaian dalam akreditasi yang mencakup visi, misi, tujuan, tata kelola, SDM dosen dan tenaga kependidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta capaian Tri Dharma di kampus terkait (Peraturan BAN-PT Nomor 59 tahun 2018).

1 2Laman berikutnya
Selengkapnya

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button