NewsRegional

PC PMII Sukoharjo Desak Pemda Atasi Radikalisme di Sukoharjo

Ilustrasi

GOKLIK.CO — Baru – baru ini Densus (Detasemen Khusus) 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap terduga teroris di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Rabu (22/12) sekitar pukul 05.00.

Hal tersebut merupakan ancaman bagi kehidupan beragama di Kabupaten Sukoharjo. Islam sebagai agama Rahmatan lil alamin senantiasa mengedepankan dakwah religius yang santun, moderat, toleran serta dibarengi dengan Akulturasi budaya warisan Ulama pendahulu yang syiar agama Islam di Indonesia khususnya di tanah Jawa.

Radikalisme agama merupakan tindakan yang salah dan berlebihan, terutama dalam Islam. Rasulullah SAW tidak pernah menganjurkan dakwah dengan cara radikal ataupun dengan paksaan, beliau selalu mengedepankan dakwah yang santun, moderat, toleran serta mengedepankan kasih sayang dan persatuan. Sebagai umat islam yang taat akan ajaran agama sudah seharusnya dalam kehidupan berbangsa bernegara dan beragama kita selalu mengedepankan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah .

Sebab Islam kental akan nilai nilai persatuan dan kesatuan membela kaum yang lemah dan melawan yang bathil. Bahkan belakangan muncul terminologi “Hubbul Wathon Minal Iman” cinta tanah air adalah sebagian dari iman maka menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah harga mati dengan tetap berpegang teguh pada Pancasila sebagai pondasi awal dasar bernegara juga sebagai filsafat kebangsaan.

Atas dasar hal tersebut PC PMII Sukoharjo meminta Pemerintah Daerah (Pemda) sesegera mungkin untuk memutus mata rantai faham radikalisme khususnya di wilayah hukum Kabupaten Sukoharjo. Hal ini jika di biarkan akan menjadi ancaman nyata dan berbahaya bagi generasi muda khususnya mahasiswa dan pelajar. Sebab kawula muda merupakan generasi penerus tonggak estafet bangsa maka akan sangat berbahaya jika faham radikalisme yang menganjurkan aksi teror menyerang dan meracuni pikiran kaum muda.

Menurut Misbah, Ketua PC PMII Sukoharjo, dalam wawancara pada Kamis (23/12), ia menuturkan bahwa PMII merupakan Organisasi yang berlandaskan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah maka PMII mempunyai keberpihakan yang jelas yaitu tetap mengedepankan dakwah Islam ASWAJA sesuai ajaran pada Ulama dan para Wali terdahulu.

Misbah juga mengatakan bahwa PC PMII siap menjadi mitra Polri dan Pemda dalam upaya menangani faham Radikalisme di Sukoharjo

“PMII sebagai organisasi yang berwawasan Islam Washatiyyah siap membantu Polri dan Pemda dalam melawan tindakan terorisme minimal dengan berbagai kampanye agar masyarakat tidak takut menghadapi ancaman teror yang mengatasnamakan agama,” ucapnya.

Selain itu ia juga menyampaikan bahwa PC PMII siap memerangi faham radikalisme, baik diranah akademis maupun sosial masyarakat.

Upaya upaya tersebut merupakan ikhtiar bersama dalam memerangi faham Islam Konservatif dan Fundamentalis sebab secara historis Islam di Nusantara merupakan Islam yang damai penuh dengan kearifan budi pekerti dalam setiap dakwahnya bahkan para wali terdahulu dengan kecerdasan spiritual dan analisis sosial budaya (kultural) nya mampu menyatukan dua kutub antara agama dengan budaya tanpa merubah strukrur dari tradisi budaya tersebut, akulturasi menjadi jawaban hal tersebut.

Hal ini merupakan indikasi bahwa Islam Nusantara beserta warisan fisik dan non fisiknya merupakan hasil dari dakwah dengan pendekatan tawasuf dengan kearifan budi pekerti dan pengajaran yang baik. Hal ini menegaskan bahwa dakwah Islam di Nusantara kurang pas jika dilakukan dengan pendekatan fiqh.

Kontributor: Dida Kurniawan Wibowo

Selengkapnya

Artikel Terkait

Back to top button