PendidikanRegional

Moderasi Beragama Kian Penting, Kemenag Tingkatkan Kapasitas Nilai Moderasi Beragama Mahasiswa ITS

Dok. Panitia

GOKLIK.CO — Wakil Rektor I ITS Prof. Dr. Ir. Adi Soeprijanto, MT berharap peserta kegiatan Peningkatan Kapasitas moderasi beragama Institut Teknologi Sepuluh Nopember dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga kebhinekaan beragama di dalam kampus.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas moderasi beragama Institut Teknologi Sepuluh Nopember yang digelar oleh Kementerian Agama RI Bersama Yayasan Pusapa Sada Setara dan Future Leader Movement, Minggu (28/11).

Melanjutkan paparannya, Prof Adi juga berharap para peserta dapat menjadi solusi lain untuk memperkuat kebangsaan dan membumikan agama yang sejuk yaitu bersatunya pesantren dan Perguruan Tinggi dalam membuat kurikulum agama yang Rahmatan Lil Alamin.

Sementara, kegiatan tersebut digelar dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan moderasi beragama di kalangan mahasiswa kampus umum, diiluti oleh 40 mahasiswa Angkatan pertama dan kedua Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Kegiatan tersebut berisi sejumlah rangkaian, diantaranya materi moderasi beragama melalui materi 2 arah oleh narasumber, FGD dengan topik dan masalah yang terjadi di kampus serta outbound. Kegiatan berjalan lancar dengan antusias peserta yang tinggi dan mematuhi protokol Kesehatan.

Berbeda dengan Wakil Rektor, Ketua Komisariat PMII Sepuluh Nopember sekaligus perwakilan Future Leader Movement, Vanda Fitriyanah, menjelaskan bahwa Perguruan Tinggi merupakan wadah pengembangan sumber daya manusia dalam hal refleksi, tindakan, kepribadian dan pencapaian profesi yang bermanfaat bagi masyarakat.

 “Perguruan tinggi seharusnya menjadi miniatur kebangsaan salah satu caranya adalah dengan memupuk dan mengembangkan toleransi antar umat beragama di lingkungan kampus,” Tandasnya.

Sementara, Kegiatan Peningkatan Kapasitas Moderasi Beragama ITS yang dilakukan selama 3 hari berturut-turut sejak 26 November ini berakhir dengan meriah pada Minggu (28/11).

Kontributor: Yaqzhan Elkiya Muhammad Shah

Selengkapnya

Artikel Terkait

Back to top button